Prof Dr Wahyudi Siswanto MPd (kiri) memberikan motivasi kepada mahasiswa baru UMM dalam Kajian Al-Qur’an Maghrib–Isya (Kamisya)
Prof Dr Wahyudi Siswanto MPd (kiri) memberikan motivasi kepada mahasiswa baru UMM dalam Kajian Al-Qur’an Maghrib–Isya (Foto: Akram)

Kajian Al-Qur’an Maghrib–Isya (Kamisya), inovasi dari Bagian Pendidikan dan Pengajaran MKWK Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali hadir dengan tema yang menggembirakan sekaligus relevan dengan keseharian mahasiswa, Kamis (2/10/2025). Agenda non-kurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2025 ini diselenggarakan BPP-MKWK dengan tujuan mengaitkan persoalan hidup sehari-hari dengan pesan-pesan Al-Qur’an.

Hadir sebagai narasumber pertama Prof Dr Wahyudi Siswanto MPd, Guru Besar Pendidikan Sastra Indonesia sekaligus Wakil Ketua PDM Kabupaten Malang. Ia membuka kajian dengan kisah personal: seorang anak yang sejak SD hingga kelas dua SMA lebih banyak bermain daripada belajar, hingga suatu ketika gurunya menasihati, “Nak, kamu sesungguhnya pintar, tetapi kamu tidak pernah menggunakan kepandaianmu.”

Nasihat itu menyadarkannya untuk serius belajar hingga akhirnya berhasil meraih beasiswa pendidikan tinggi. Menurut Wahyudi, salah satu kunci keberhasilannya adalah kebiasaan membaca.

“Teknologi mengubah dunia begitu cepat. Namun budaya percepatan itu juga membawa bahaya, yakni hilangnya semangat perjuangan,” ujarnya, seraya menyinggung perubahan perilaku digital di kalangan generasi sekarang.

Ia memotivasi mahasiswa untuk memaksimalkan kecerdasan yang dimiliki dan mengaitkannya dengan praktik bersedekah, termasuk sedekah melalui lisan.

Kecerdasan Spiritual

Pembina MI Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen Malang ini menegaskan bahwa dari berbagai bentuk kecerdasan—mulai linguistik, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik, interpersonal, hingga intelektual, emosional, dan spiritual—kecerdasan spiritual (SQ) menempati posisi tertinggi. Bukan berarti meniadakan kecerdasan lain, melainkan menempatkan kemampuan menemukan makna dan tujuan hidup sebagai pusat yang mengarahkan semua potensi kecerdasan tersebut.

Secara praktis, SQ mencakup kemampuan menemukan nilai dan makna dalam pengalaman; memiliki kompas moral yang jelas; menjalin hubungan penuh empati dan tanggung jawab dengan sesama; serta menempatkan kesejahteraan batin dan tujuan hidup di atas sekadar pencapaian materi.

Kebiasaan membaca, terutama bacaan yang menumbuhkan refleksi dan etika, menjadi salah satu cara memperkaya SQ. Aktivitas membaca mendorong renungan, pemahaman nilai, dan penghayatan yang mendalam.

Membaca sebagai Perintah Pertama

Wahyudi juga mengingatkan bahwa wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-‘Alaq ayat 1–5. Allah membuka firman-Nya dengan perintah membaca. Bagi para ulama dan cendekiawan, ayat ini menegaskan pentingnya tradisi membaca dan menuntut ilmu sebagai bagian integral dari agama dan kehidupan bermasyarakat.

Surat Al-‘Alaq mengajak manusia memulai perjalanan ilmu melalui tindakan sederhana membaca, yang kemudian berkembang menjadi kemampuan merenung, menulis, dan menyampaikan ilmu. Dalam konteks kampus, ayat ini bisa dimaknai sebagai dorongan untuk merawat tradisi membaca: menghidupkan perpustakaan, membiasakan diskusi ilmiah, mencatat dan menyebarkan pengetahuan, serta menjadikan bacaan sebagai sarana penguatan spiritual dan etika.

Wahyudi menutup paparan dengan mengaitkan membaca dan bersedekah ilmu. “Saya berdiri di sini sedang bersedekah, sedekah dengan lisan,” ujarnya. Menurutnya, menyebarkan pengetahuan, memberi dorongan, dan membimbing mahasiswa merupakan wujud sedekah kecil yang berkontribusi pada pembangunan kecerdasan spiritual kolektif.

Kamisya, dengan tema-tema yang menghubungkan keseharian mahasiswa ke pesan-pesan Al-Qur’an, diharapkan dapat menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan tradisi membaca, refleksi spiritual, dan komitmen intelektual yang berkelanjutan di lingkungan kampus. (anny/aik)

Tulisan ini telah terbit di klikmu.co tanggal 03 Oktober 2025 https://klikmu.co/rawat-tradisi-membaca-umm-gelar-kajian-al-quran-untuk-maba/