
Sabtu, 24 Mei 2025, Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipenuhi oleh puluhan mahasiswa yang mengikuti rangkaian kegiatan Kajian Sabtu Subuh (KSS). Diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan dan Pengajaran MKWK (BPP. MKWK) UMM, acara ini mengusung tema “Menjaga Konsistensi Ibadah di Tengah Riuhnya Dunia” dengan menghadirkan ustaz M. Syarif Hidayatullah, S.Ag., M.M.Inov sebagai narasumber utama.
Kegiatan dimulai pukul 03.00 WIB dengan berkumpulnya mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah AIK II (Ibadah dan Muamalah) pada semester ini untuk melakukan pemeriksaan kesiapan kajian atau check in kehadiran. Setelah itu, peserta melaksanakan salat Subuh berjamaah dan dilanjutkan kajian Subuh hingga pukul 05.30 WIB. Suasana masjid terasa khidmat meski waktu masih gelap, menegaskan komitmen para peserta untuk istiqamah dalam ibadah pagi.
Keutamaan Ibadah
Dalam penjelasannya, ustaz Syarif menyampaikan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah (QS. adz Dzariyat: 56). “Maka, menjadi penting untuk kita perhatikan. Jangan sampai kita tidak menuju pada apa yang sudah ditetapkan Pencipta. Menuju satu tujuan yaitu menghamba kepada Allah SWT”.
Lanjut Syarif, menjadikan ibadah sebagai kebutuhan batin, bukan sekadar rutinitas harian. Ia mengutip hadits, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu walaupun sedikit” (HR. Bukhari & Muslim), untuk menekankan prinsip konsistensi dalam beramal. Menurutnya, keteguhan hati diperlukan agar ibadah tidak mudah goyah oleh hiruk-pikuk dunia modern yang dipenuhi informasi dan distraksi teknologi.
“Kebahagiaan sejati lahir dari pendekatan diri kepada Allah SWT. Bukan, karena kekyaan, prestasi bukan karena terkenal, misalnya sebagai publik figur di medsos, yang nge-like banyak. Itu bukan kebahagiaan sejati,” tegas Sekretaris PDM Kota Batu.
Lebih lanjut, ustaz Syarif menjelaskan arti istilah “ibadah” dalam Islam, yaitu segala perkataan dan perbuatan yang dicintai dan diridai Allah baik yang tersembunyi maupun yang tampak. “Intinya, segala upaya yang dapat mendekatkan diri secara kontinu secara terus-menerus kepada Allah SWT itu ibadah,” jelas penyuluh Kementerian Agama Kota Batu ini.
Bagaimana Menjaga Konsistensi Dalam Ibadah?
“Makna konsiten adalah tidak mudah goyah oleh kondisi, menjadikan ibadah sebagai kebutuhan bukan sekadar rutinitas, disiplin dan sadar waktu,” terang Syarif. Ia mengajak peserta untuk menerapkan langkah-langkah praktis dalam menjaga konsistensi: menetapkan niat karena Allah, membangun kebiasaan kecil, memilih teman salih, berdoa memohon keteguhan hati, dan melakukan muhasabah secara rutin.
Situasi riuh dunia modern juga menjadi perhatian utama. Ustaz Syarif menyoroti fenomena banjir informasi melalui media sosial, hiburan, dan berita yang kerap menggeser prioritas spiritual. Ia mengingatkan firman Allah, “Kamu telah dilalaikan oleh bermegah-megahan…” (QS. At-Takatsur: 1–2), sebagai peringatan agar manusia tidak terjebak dalam kesibukan dunia tanpa menyadari bahwa akhirat kekal selamanya.
Rangkaian Kuliah Sabtu Subuh menegaskan bahwa di balik keramaian dunia, memelihara hubungan dekat dengan Allah melalui ibadah konsisten adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan sejati. KSS UMM kini telah menjadi salah satu program unggulan yang ditunggu setiap pekan, memperkuat komitmen generasi muda dalam menata kehidupan spiritual mereka. (anny/aik))