MALANG – Gemuruh semangat religiusitas menyelimuti lantai 5 Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin malam, 4 Mei 2026. Sebanyak 500 mahasiswa baru berkumpul dalam agenda pembukaan Semarak Literasi Quran (SLQ) Periode 5, sebuah momentum penting yang dilandasi oleh Surat Keputusan Rektor sejak tahun 2014 serta Bagian Pendidikan dan Pengajara Mata Kuliah Wajib Kurikulum (BPP.MKWK) UMM. Sebagai kegiatan yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa baru, SLQ dirancang secara bertahap dalam beberapa periode untuk memastikan setiap individu mendapatkan bimbingan yang intensif dan berkelanjutan sebagai fondasi spiritual sebelum melangkah lebih jauh di dunia akademik.

Unsur Penilaian Kegiatan dan Kegiatan

Dalam pengarahan utamanya, Shofrony Hidayat, Staf Khusus AIK yang membidangi kegiatan wajib non-kurikuler, memberikan pemaparan mendalam mengenai orientasi nilai dalam program ini. Beliau menegaskan bahwa evaluasi dalam SLQ bersifat komprehensif dan tidak hanya terpaku pada kemampuan teknis semata. Terdapat lima unsur penilaian utama yang menjadi standar kelulusan, yakni kedisiplinan kehadiran, kemandirian dalam membaca Alquran, keterampilan menulis ayat secara benar, penguasaan teori tajwid serta hafalan, hingga aspek yang paling fundamental yaitu akhlak atau suluq. Penekanan pada aspek perilaku ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.

Mahasiswa diknelkan Mushaf Madinah

Keunikan pada penyelenggaraan SLQ Periode 5 ini terletak pada standarisasi materi yang mengacu pada penggunaan Alquran Mushaf Madinah. Mengingat mushaf ini telah beredar secara nasional dan menjadi standar internasional, tim AIK MKWK UMM memandang penting bagi mahasiswa untuk menguasai pengetahuan dasar serta praktik membacanya. Mahasiswa diajak untuk mengenali karakteristik penulisan dan tanda baca khas Mushaf Madinah agar mereka memiliki fleksibilitas dan wawasan yang luas dalam berinteraksi dengan kitab suci di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat akurasi bacaan mereka.

Mekanisme 

Rangkaian agenda dimulai dengan penuh kekhusyukan melalui pelaksanaan sholat Isya berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia. Suasana khidmat tersebut berlanjut pada sesi penjelasan mengenai urgensi membudayakan literasi Alquran sebagai gaya hidup di lingkungan kampus. Sebagai penutup rangkaian pembukaan, para mahasiswa diarahkan untuk melakukan pertemuan perdana dengan instruktur kelompok masing-masing. Pertemuan ini menjadi krusial karena diisi dengan penyusunan kontrak kerja pembelajaran, di mana mahasiswa dan instruktur menyepakati target-target pencapaian yang akan ditempuh selama masa bimbingan di periode ini.


Rilis resmi Bidang Pendidikan dan Pengajaran MKWK Universitas Muhammadiyah Malang.